Memasuki minggu kedelapan #dirumahaja, mengenakan masker telah menjadi the new normal. Sebagai upaya memperlambat penyebaran virus, setiap orang diminta menggunakan masker ketika beraktivitas dengan tetap menerapkan physical distancing. Oleh karena itu, penggunaan masker kini semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan meningkatnya permintaan masker sedangkan persediaan terbatas, surgical mask sebaiknya diprioritaskan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan. Sementara itu, mereka yang sehat dan tanpa risiko tertular dapat beralih ke pemakaian masker kain.

Di tengah seruan pengadaan APD dan masker kain, banyak pelaku industri fashion tanah air yang kemudian turut membantu menyediakan kebutuhan tersebut. Memasuki era normal baru di mana masker kain menjadi item penting ketika berada di ruang publik, memiliki masker kain yang stylish telah menjadi pilihan. Sekarang, lebih dari sebelumnya, masker kain menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak hanya membantu mencegah penyebaran virus Corona, menggunakan masker kain yang diproduksi desainer dan label lokal juga bisa membantu label lokal bertahan di tengah iklim bisnis yang tidak menentu. 

Jika Anda sedang mencari masker kain, Anda bisa mendapatkannya dari brand lokal yang memproduksi masker kain untuk umum. Beberapa brand juga menggunakan sebagian hasil dari penjualan masker kain untuk donasi. Beberapa label dan desainer lokal yang memproduksi masker kain adalah Sejauh Mata Memandang, ATS The Label, Cottonink, Bateeq, Tertia, Nadjani Indonesia, Kala Studio, Major Minor, Alex[a[lexa, dan Eri.

Anda juga dapat melakukan bagian Anda untuk membantu melawan COVID-19 dengan mendukung donasi yang digalang oleh JFW melalui Kitabisa.

Bagikan #OOTD Anda dengan memakai brand lokal favorit selama #dirumahaja. Selalu tag dan mention @jfwofficial serta gunakan tagar #JFWFromHome di Instagram feed dan Instagram stories Anda. (Ellen Darcy)